Konflik AS-Iran Mengubah Cara Trading Minyak

Posted on Feb 20, 2020

Ilustrasi konflik AS-Iran

Kita mudah memercayai bahwa konflik di Timur Tengah melulu soal minyak. Seperti saat Amerika Serikat (AS) menginvasi Irak pada 2003, harga minyak naik hingga mencapai $35 per barel. Namun, saat Amerika Serikat berkonflik dengan Iran, belakangan ini, tidak terlalu memengaruhi harga minyak dunia.

Konflik AS-Iran, Sejarah dan Harga Minyak Dunia

Hubungan bilateral antara Amerika Serikat dan Iran mulai memanas sejak Revolusi Iran (1979) yang mengubah negara Timur Tengah tersebut dari negara Monarki menjadi Republik Islam. Iran sama seperti negara Timur Tengah lain yang terkenal sebagai pemasok utama minyak dunia. 

Saat Revolusi terjadi, Iran memangkas habis produksi minyaknya yang mengakibatkan pasokan minyak dunia berkurang. Ini membuat harga emas hitam naik. Namun, kondisinya terbalik saat PBB mencabut embargo ekonomi Iran pada Februari 2016 yang membuat harga minyak turun US$25 per barel karena minyak Iran “membanjiri” pasar. Itu adalah harga terendah semasa invasi AS di Irak.

Konflik AS-Iran dan harga minyak dunia

Baca juga: Virus Corona Bikin Minyak Siap Jadi Buruan

Konflik AS-Iran makin memanas setelah serangan drone AS menewaskan Jenderal Qasem Soleimani–komandan pasukan elite Quds dari Garda Revolusi Iran–pada 3 Januari 2020. Tidak tinggal diam, 3 hari kemudian, pemerintah Iran pun menggelar sayembara senilai US$80 juta untuk membunuh Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.

Walau AS-Iran sudah saling melancarkan serangan drone sejak tahun lalu, harga minyak tidak begitu bergejolak karena AS sudah punya pasokan minyak yang cukup. Sehingga, tidak lagi ketergantungan dengan OPEC.

Tweet Trump, Konflik AS-Iran

Harga minyak justru bergejolak karena cuitan Presiden Donald Trump. Sekadar intermeso, jangankan harga minyak yang bergejolak saat Presiden Trump nge-tweet. Bahkan, pernyataan Presiden negara superpower itu bisa membuat kiamat makin dekat.

Baca juga: Peluang Emas, Nuklir, dan Kiamat makin Dekat

Cari Untung dari Trading Minyak di MRG

Kita harus benar-benar tahu di mana bisa menemukan data fundamental yang tepat untuk trading minyak. Secara sederhana, kita bisa melihat peluang dari penurunan harga BBM, seperti harga Pertamax dari Rp9.800/liter jadi Rp9.000/liter pada Februari 2020. Penurunan lebih tajam terlihat pada harga BP 95–produk BBM dari BP AKR–dari Rp11.700/liter jadi Rp9.650/liter.

Sekarang adalah peluang emas untuk trading minyak karena harganya sedang murah. Anda bisa trading minyak di MRG dengan modal mulai dari $50. Namun, kami menyarankan Anda mulai trading minyak dengan modal minimum $1,000 biar anti bangkrut.

Trading condition di MRG untuk minyak (Crude Oil)

Butuh bantuan untuk mulai? Anda bisa menghubungi Live Chat kami dari Senin-Jumat.

There are no comments yet

  • Hello, guest